SDGs (yang dibidik program-kegiatan) SDGs 4
Started (Tgl Mulai) Senin, 2 Juni 2025
Ended (Tgl Selesai) Senin, 2 Juni 2025
Number of participants (Jumlah anggota tim pelaksana kegiatan) 22 Mahasiswa PLB UM
Program Studi yang terlibat (sesuai anggota tim pelaksana) S1 Pendidikan Luar Biasa
Service hours (Durasi Program) 1 jam
Beneficiaries (Penerima Manfaat Langsung) Sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Malang (UM) yang menerima beasiswa pengembangan diri dari mitra Woodenskids, Acenesia, dan Rainbow.
Location (Tempat Kegiatan) Ruang Laboratorium PLB UM
Collaborator Woodenskids, Acenesia, dan Rainbow.
Impact Scale (Skala Dampak) Program beasiswa pengembangan diri bagi mahasiswa PLB UM memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas calon pendidik inklusif di Jawa Timur, yang pada gilirannya berdampak pada peningkatan mutu layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di berbagai daerah. Melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan mitra non-pemerintah, program ini memperkuat ekosistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan di tingkat regional.
Dokumentasi

https://drive.google.com/drive/folders/1oblXtoDNw0ct1Y8YRt79IjzunOLqKW73?usp=drive_link

Malang – Senin, 2 Juni 2025. Sebanyak 22 mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) Universitas Negeri Malang (UM) menerima beasiswa pengembangan diri dari tiga lembaga mitra: Woodenskids, Acenesia, dan Rainbow. Kegiatan serah terima beasiswa ini dilaksanakan pada Senin, 2 Juni 2025, dan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Departemen PLB UM, Ibu Dr. Wiwik Dwi Hastuti, S.Pd., M.Pd.

Beasiswa ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja serta penguatan soft skill dan hard skill yang relevan dengan bidang pendidikan inklusif. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan mitra non-pemerintah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang inklusif dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Ibu Wiwik Dwi Hastuti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. “Kami sangat menghargai dukungan dari Woodenskids, Acenesia, dan Rainbow. Beasiswa ini bukan hanya bentuk kepedulian terhadap mahasiswa, tetapi juga investasi terhadap masa depan pendidikan inklusif di Indonesia,” ujarnya.

Para penerima beasiswa nantinya akan mengikuti serangkaian program pengembangan diri yang dirancang secara komprehensif untuk memperkuat berbagai aspek keterampilan personal dan profesional. Fokus utama program ini meliputi peningkatan kapasitas kepemimpinan, keterampilan komunikasi efektif, pengembangan kreativitas dalam merancang pembelajaran inovatif, serta pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif mengenai pendekatan-pendekatan pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Program ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang relevan untuk menjadi pendidik inklusif yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya menjamin pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Pemberian beasiswa pengembangan diri kepada 22 mahasiswa PLB ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut, dengan cara memperkuat kapasitas calon pendidik dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berpihak pada semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kompetensi yang terstruktur, program ini turut mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan dimulai dari pengembangan kualitas pendidik masa depan.